DI SEBELAH UTARA NAPRAJA HILIR.

KONON MENURUT CERITA PADA JAMAN DAHULU KALA, YANG MENDUDUKI WILAYAH ALUN – ALUN ITU MERUPAKAN DARI KALANGAN PERYAYI YANG MERUPAKAN KUMPULAN DARI ORANG – ORANG HEBAT DARI SEMUA WILAYAH ATAU DUSUN – DUSUN YANG ADA DI DESA BANJARAN, DAN MEMPUNYAI PEKUBURAN DI BLOK EHEK  (YANG SEKARANG DI PAKAI  SEKOLAHAN MADRASAH IBTIDAIYAH /MI DAN TK AL ISLAM), SEDANGKAN PENDUDUK YANG DULU MENEMPATI WILAYAH BANJARSARI ITU BERTEMPAT DI ASTANA TEGALJATI YANG KONON MENURUT CERITA, ASAL  TEGAL JATI ITU SENDIRI, ADALAH ADANYA KUBURAN ORANG YANG ASLI BERASAL DARI WILAYAH TEGAL,(SINGABAYA DAN SINGAGATI), BERSAMA KEEMPAT ORANG PENGIKUTNYA TERSEBUT ITU MERUPAKAN ANGGOTA ROMBONGAN SURENG PATI, YANG MENGUNGSI TERUS BERMUKIM DI BANJARAN HINGGA WAPAT.SEHINGGA DI NAMAILAH ASTANA TEGAL JATI (ORANG TEGAL SEJATI ).

GAMABAR : PEMAKAMAN EMPAT ORANG YANG BERASAL DARI TEGAL

ADA JUGA YANG MENCERITAKAN YANG PERTAMA DI KUBUR DI SANA ADALAH SYEH AHMAD SEBAGAI PEMBUKA KUBURAN BARU MAKA DI SEBUTLAH SINAR JATILAWANG, KARENA MERUPAKAN PEMBUKA LAWANG KEMENANGAN SYEH AHMAD DALAM MENSIARKAN AJARAN ISLAM DI DESA BANJARAN,KARENA PADA MULANYA PENDUDUK SETEMPAT ITU MENGANUT AJARAN HINDU DAN KEJAWEN